Andik Vermansyah, Bintang Masa Depan Indonesia

Andik Vermansyah adalah pesepakbola asal Surabaya 23 November 20 tahun silam. Saat ini Andik merumput bersama Persebaya Surabaya, tim yang membesarkan namanya di dunia sepakbola Indonesia.

Lika-Liku Menjadi Pesepakbola
Terlahir dari keluarga kurang mampu tentu bukan penghalang untuk menjadi seorang bintang. Itu yang dirasakan pemuda kelahiran Jember, Jawa Timur saat ini. Ya, dulu ayah Andik, Saman, hanya seorang buruh bangunan. Sementara ibunya, Jumiah, hanya seorang tukang jahit dan ibu rumah tangga. Orang tuanya yang memiliki penghasilan pas-pasan dan tak memiliki dana lebih untuk membantu Andik mewujudkan mimpinya yaitu menjadi pemain sepakbola. Maka, tak heran bila awalnya Andik tidak diizinkan menekuni sepak bola. Sebab, orang tuanya khawatir Andik cedera hingga patah kaki karena sepakbola. Namun, dorongan yang kuat tak membuat Andik mudah patah semangat. Dia pun berjuang sendiri demi mewujudkan mimpinya menjadi pemain sepak bola. Berbagai upaya ditempuhnya, mulai dari jualan kue dan es di Gelora 10 November saat ada pertandingan Persebaya hingga bermain sepak bola antarkampung (tarkam) ke luar Surabaya dilakoninya, hanya untuk bisa membeli sepatu bola.

Waktu kelas 4 SD, Langkah Andik menunjukkan titik terang ketika Pelatih SSB Suryanaga saat itu, melihat bakat besarnya. Pelatih tersebut pun menawarinya untuk menimba ilmu di sekolah sepak bola secara gratis alias tidak membayar. Hal itu dikarenakan, Andik tak mampu kalau harus membayar untuk bisa masuk SSB Suryanaga. Suryanaga sendiri adalah klub internal dari kompetisi Persebaya.

Awal Karir Menjadi Pesepakbola
Setelah masuk SSB Suryanaga, bakat sepakbola Andik semakin besar dan semakin berkembang. Sehingga pada tahun 2005, Andik memperkuat Persebaya Junior untuk menjalani berbagai Kompetitsi Junior. Pada tahun 2008, Andik Vermansyah dipanggil tim sepakbola Jawa Timur dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Kalimantan Timur. Di PON Kaltim, Andik Vermansyah mampu membawa tim sepakbola Jatim yang dilatih Aji Santoso merebut medali emas seusai mengalahkan tim sepakbola Papua. Berkat hasil tersebut, membuat Freddy Muli, Pelatih Persebaya Senior saat itu memanggilnya untuk memperkuat Persebaya Senior dalam kompetisi Divisi Utama 2008. Meski jarang dimainkan sebagai pemain utama dikarenakan masih terlalu muda, tetapi Andik bisa membuktikan penampilan terbaiknya apabila ia dipercaya sebagai pemain pengganti. Tidak berselang lama, Andik mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain disaat pergantian pelatih ke tangan Aji Santoso pada babak playoff Superliga. Dan, membuat Persebaya promosi ke Liga Super Indonesia musim 2009-2010.

Dari Persebaya ke Timnas
Bakat Andik Vermansyah berkembang pesat di musim 2010-2011. Saat itu Persebaya 1927 (ganti nama setelah pindah ke LPI) yang ditangani mantan pelatihnya Di PON Kaltim, Aji Santoso mempercayai Andik dalam skuad starting eleven Persebaya 1927 dalam menghadapi kompetisi Liga Primer Indonesia. Kepercayan itu tidak disia-siakan olehnya. Andik mampu membawa Persebaya 1927 menjadi juara paruh musim. Bermain sebagai gelandang serang, dia tampil sebanyak 17 laga dan mencetak 7 gol di musim tersebut.

Berkat permainan yang ciamik, Andik sempat masuk dalam 50 pemain seleksi Timnas U-23 yang dilatih oleh Alfred Riedl yang dipersiapkan untuk ajang Pra Olipimpiade 2012 kontra Turkmenistan pada bulan Februari 2011 dan Sea Games 2011. Namun dikarenakan adanya keputusan kontroversial PSSI saat itu yang tidak memperbolehkan pemain-pemain Liga Primer Indonesia memperkuat Timnas Indonesia, Andik pun “dipaksa” gagal alias dicoret dari seleksi Timnas U-23. Dan, pupus sudah keinginan Andik Vermansyah membela Timnas Indonesia di ajang Pra Olimpiade 2012.

Namun setelah PSSI pindah nahkoda dari Nurdin Halid ke Djohar Arifin pada Kongres PSSI di Solo lalu, keputusan kontroversial tersebut dicabut. Semua pemain Indonesia berhak membela Timnas Indonesia walaupun dia pernah bermain untuk kompetisi Liga Primer Indonesia. Hal itu membuat peluang Andik memakai kostum Garuda terbuka lebar. Apalagi setelah Pelatih Timnas Indonesia U-23 berpindah ke tangan Rachmad Darmawan dan dibantu oleh asisten pelatih Widodo C. Putro serta Aji Santoso. Andik pun akhirnya masuk ke dalam 20 pemain Timnas U-23 yang akan dimainkan di Sea Games 2011 setelah menjalani beberapa rangkaian seleksi. Di Sea Games 2011 itu, Andik mampu memperlihatkan kemampuan terbaiknya yang membuat para pecinta sepakbola Indonesia mulai menyukainya dan mengidolakannya. Namun, Timnas U-23 hanya mampu meraih medali perak setelah dikalahkan Timnas Malaysia melalui adu penalti. Dan. Andik pun mampu mencetak 1 gol dari 5 penampilannya bersama Timnas U-23 di ajang 2 tahuan se-Asia Tenggara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: